CLOCK

iframe scrolling="no" frameborder="no" style="overflow:hidden;border:0;margin:0;padding:0;width:480px;height:250px;" src="http://www.clocklink.com/clocks/HTML5/html5-world.html?Vancouver&Tokyo&New_York&480&blue">

Jumat, 03 Oktober 2014

Sejarah Rivalitas Derby Manchester


Percaya atau tidak, dulu kedua klub asal Manchester ini adalah klub yang bersahabat dan saling mendukung. Tak ada konflik dan ketegangan, hanya ada duel yang menghibur.



Minggu, 22 September 2013, kota Manchester bagian timur tentu akan lebih "panas" daripada biasanya. Ya, hari itu akan digelar derbi terbesar antara dua rival sekota, Manchester City akan menjamu sang tetangga sekaligus musuh bebuyutan mereka, Manchester United, di Etihad Stadium. Laga sarat gengsi dan emosi ini akan tersaji pada pekan kelima Liga Primer Inggris.

Setiap kali laga ini digelar, selalu terjadi perang urat syaraf. Ketegangan pun kerap kali terjadi di luar dan dalam lapangan. Saat kedua tim bertanding, para suporter pun akan "beradu mulut", memberi dukungan pada tim kesayangan mereka (atau ejekan pada tim lawan). Hasil imbang tentu takkan memuaskan rivalitas kedua tim ini. Intinya laga besok Minggu akan jadi laga yang panas dan penuh ketegangan.

Percaya atau tidak, dulu kedua klub asal Manchester ini adalah klub yang bersahabat dan saling mendukung. Tak ada konflik dan ketegangan, hanya ada duel yang menghibur di tahun-tahun pertama pertemuan mereka. Bahkan, sejarah mengungkapkan bahwa kedua tim ini pernah bahu membahu dalam aksi sosial. Lalu, kenapa kini laga mereka selalu "panas"? Mungkin pemaparan sejarah di bawah ini sedikit banyak menjawab hal itu.

Pada suatu ketika
Kedua tim bertemu untuk pertama kalinya pada tanggal 12 November 1881, ketika itu City masih bernama West Gorton (St. Marks) dan United masih bernama Newton Heath. Pertandingan berakhir 3-0 untuk kemenangan Heath. Laga perdana kedua itu pun disebut-sebut sebagai sebuah laga yang menghibur.

Waktu berjalan, kedua tim pun jadi klub yang dominan di kota mereka. Dua raksasa itu pun bergabung dengan Football League, Heath bergabung dengan divisi 1 dan Ardwick (nama sebelum jadi Machester City) terdaftar dalam divisi 2.

Tanggal 26 Februari 1889, kedua rival kembali bertemu dan laga dimenangkan Heath 3-2. Uniknya, laga rival sekota ini digelar dalam rangka menjalin dana untuk bantuan bencana akibat meledaknya tambang batu bara Hyde yang menyebabkan kematian 23 orang penambang.

Kali itu kedua tim memang masih "bersahabat", hubungan tetangga masih harmonis dan tak ada ketegangan. Tak heran jika mereka bisa saling mendukung. Januari 1907, empat pemain City, yakni Jimmy Bannister, Herbert Burgess, Billy Meredith dan Sandy Turnbull bergabung dengan United. Kepindahan tersebut masih disambut dengan baik karena dipandang sebagai sarana untuk membantu sesama klub Manchester.

Sebelum Perang Dunia Kedua, sebagian besar pendukung sepak bola di Manchester menyaksikan City dan United secara bergantian setiap minggunya. Mereka tak ragu untuk mengenakan jersey kedua tim karena bagi mereka Manchester cuma satu. Setelah perang usai, rivalitas pun berubah seiring waktu. Kedua tim sama-sama berkembang pesat dan bersaing, namun persaingan tersebut berujung pada terbelahnya Manchester jadi barat dan timur. Rivalitas sehat pun jadi persaingan yang tidak wajar, terlalu sarat dengan ketegangan.


                                               City dan United dulunya adalah "sahabat".
Rivalitas era '70-'80
Beberapa dekade sejak PD II, era ini menjadi era yang emosional bagi derbi Manchester. Desember 1970 misalnya, George Best mematahkan kaki Glyn Pardoe; bek ini pun hampir kehilangan kakinya. Di derbi 1973/74 pun Mike Doyle dan Lou Macari sama-sama mendapat kartu merah namun tak mau keluar lapangan. Tahun 70 hingga 80an memang tahun di mana derbi Manchester mulai memasuki rivalitas yang keras.

Rivalitas era '90-'00
Rivalitas Red Devils dan Citizens masih berlanjut. Di era 1990, United dominan dalam persaingan dengan tetangganya. Red Devils sama sekali tak mendulang kekalahan di derbi Manchester era ini. Tak seperti masa kini, di era 90an ini kedua tim bersaing di papan tengah Liga Inggris. Namun, United mulai merangsek ke papan atas seiring berjalannya waktu.

Ada pula kejadian yang tak boleh dilupakan terjadi dalam periode ini. Di derbi pertama milenium baru, Roy Keane melakukan tekel keras kepada Alf-Inge Håland. Keane pun menerima kartu merah plus denda £150.000 dan skors lima pekan. Di biografinya, Keane pun mengakui bahwa ia melakukan tekel tersebut dengan sengaja. Karir Håland meredup setelahnya dan ia pensiun dua tahun kemudian karena gagal dalam proses penyembuhan. Insiden ini pun secara tidak langsung membuat derbi Manchester semakin panas di kemudian hari.


                           Insiden tekel horor Roy Keane yang mengakhiri karir Alf-Inge Håland.

2010-sekarang
Sejak diambil alih oleh saudagar kaya asal Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour, The Citizens kembali menantang United di papan atas. Walau butuh proses beberapa tahun, City akhirnya mampu mematahkan dominasi United di Liga Primer. Musim 2011/12, Manchester City menjadi kampiun Liga Inggris setelah unggul selisih gol dari United di laga terakhir meraka.

Namun, keunggulan itu tak berlangsung lama setelah Red Devils mengklaim kembali gelarnya pada musim 2012/13, yang sekaligus menjadi akhir karier Sir Alex Ferguson di dunia kepelatihan. Walaupun begitu, hingga kini pun rivalitas kedua tim itu masih cukup membakar emosi.

Jelang derbi Manchester
Beberapa wartawan sepakbola mengatakan bahwa laga antara rival sekota ini telah menjadi derbi terbesar di Liga Primer. Komentar ini pun merupakan hal wajar mengingat tensi pertandingan yang selalu di atas rata-rata.

Sempat "bersahabat" di masa lalu, kedua klub ini menghadapi nasib yang berbeda dan menjadi pesaing berat sekarang. Henry Winter, kontributor The Telegraph, sampai menuliskan bahwa ini merupakan perang tetangga, bertarung untuk hak diakui secara regional dan juara nasional seiring dunia menyaksikan laga mereka.

Sejarah apalagi yang akan ditorehkan kali ini? Akankah derbi esok hari kembali menitikkan catatan hitam, ataukah jadi derbi yang "sekedar menghibur"? Banyak hal baru di era ini, termasuk kedua manajer yang mengasuh kedua klub Manchester itu. Boleh saja melakukan prediksi jelang laga tersebut, namun yang pasti, pendulum berayun saat kedua klub berlaga esok Minggu, dan seterusnya. Derbi ini selalu layak dinanti dan disaksikan.

MANCHESTER UNITED LYRICS - GLORY GLORY MAN UNITED

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching on on on!

Just like the busby babes in days gone by,
We'll keep the red flags flying high,
Your gonna see us all from far and wide,
Your gonna hear the masses sing with pride.

United, Man united,
We're the boys in red and we're on our way to Wembley!

Wembley, Wembley,
We're the famous Man united and we're going to Wembley,
Wembley, Wembley,
We're the famous Man united and we're going to Wembley

In Seventy-Seven it was Docherty
Atkinson will make it Eighty-Three
And everyone will no just who we are,
They'll be singing que sera sera

United, Man united,
We're the boys in red and we're on our way to Wembley!

Wembley, Wembley,
We're the famous Man united and we're going to Wembley,
Wembley, Wembley,
We're the famous Man united and we're going to Wembley

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching on on on!

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching on on on!

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching on on on!

Selasa, 30 September 2014

OLD TRAFFORD



Theatre of Dreams
Old Trafford setelah banyak mengalami renovasi
Informasi stadion
Pemilik Manchester United
Operator Manchester United
Lokasi
Lokasi Sir Matt Busby Way,
Old Trafford,
Greater Manchester,
 Inggris
Konstruksi
Mulai pembangunan 1909
Dibuka 1910
Biaya pembuatan £90,000 (1909)
Arsitek Archibald Leitch (1909)
Data teknik
Kapasitas 75.765
Pemakai
Manchester United F.C. (1910–sekarang)






Old Trafford adalah sebuah stadion sepak bola yang terletak di Old Trafford, Manchester Raya, Inggris dan merupakan stadion milik Manchester United F.C. Stadion ini menjadi milik permanen Manchester United sejak tahun 1910 dan diberi julukan The Theatre of Dreams oleh Sir Bobby Charlton. Stadion ini diarsiteki oleh Sir Archibald Leitch yang juga mengarsiteki markas Charlton Athletic, Chelsea, Everton, Middlesbrough, Tottenham Hotspur, Rangers F.C. serta Southampton.
Stadion ini mempunyai sejarah yang sangat panjang, Stadion milik manchester united ini dibangun sekitar 32 tahun setelah klub manchester berdiri. Pada awalnya Para pemain Manchester united hanya bermain di lapangan kecil di North Road di dekat stasiun kereta api Piccadily, kemudian pindah ke lapangan Bank Street, Dan barulah setelah 32 tahun atau tepatnya setelah mendapat trophi divisi 1 pertama mereka, mereka baru memakai stadion kebanggan ini. Partai Manchester United pertama yang dilakoni di Stadion ini adalah saat melawan Liverpool 19 Februari 1910.
"The Theatre of Dreams", begitulah sir Bobby Charlton menyebut stadion ini. Stadion kebanggan milik tim sepak bola Manchester United ini memang bagaikan sebuah lapangan panggung drama yang sudah menyajikan beribu-ribu bahkan berjuta-juta aksi manchester united dalam mengarungi ketatnya dunia persepakbolaan. Sudah tak terhitung sudah berapa ratus bintang yang terlahir di Sini.
Stadion yang dinobatkan sebagai stadion klub terbesar di Inggris ini merupakan salah satu stadion sepakbola bersejarah di Dunia.Stadion yang diresmikan pada 19 Februari 1910 ini merupakan stadion yang megah dan sangat besar di masanya. Hal ini menjadikanya stadion terkemuka di Inggris sebagai stadion yang menggelar pertandingan-pertandingan penting, apalagi saat itu stadion nasional Inggris Wembley belum dibangun. Stadion ini kemudian menjadi impian setiap pemain sepakbola untuk dapat tampil di sana

Stadion ini selalu menyuguhkan drama hebat di hampir setiap pertandingan. Impian-impian sepak bola melambung dan berkecamuk di arena ini. Bagi MU, Old Trafford bagaikan taman impian. Karena itu pula, Bobby Charlton menyebutnya teater impian,Meski begitu, Old Trafford juga menjadi simbol kepedihan Manchester, juga rakyat Inggris. Pada Perang Dunia II, stadion ini termasuk menjadi sasaran bom oleh Jerman. Tepatnya 11 Maret 1941.Kontan saja, stadion itu berantakan dan tak bisa dipakai. Markas MU pun akhirnya pindah, menumpang markas Manchester City, di Maine Road Stadion Old Trafford terletak kira-kira setengah mil dari Lapangan Kriket dan Manchester Metrolink.. Parahnya, perang juga diikuti inflasi, hingga MU kesulitan membangun kembali stadion kebesarannya.Butuh waktu nyaris 9 tahun untuk kembali menghidupkan kembali Old Trafford. Praktis, dalam delapan musim Liga Utama Inggris absen di Old Trafford. Berkat semangat keluarga Edwards (pemilik klub), stadion itu terbangun juga.Sejak itu, renovasi terus dilakukan. Kapasitas stadion pun naik turun. Setelah kasus tragedi di Stadion Hillsborough, 1989, kapastias dikurangi menjadi 45.000, bahkan kemudian 43.000. Kapasitas tersedikit sepanjang sejarah Old Trafford.
Stadion ini pernah menjadi tuan rumah pertandingan semi-final Piala FA (sebagai tempat netral), dan menjadi markas Tim nasional Inggris ketika Stadion Wembley dalam proses renovasi. Stadion ini juga menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 1966 dan Euro 96, dan juga final Liga Champions 2003.
Pada saat London menjadi tuan rumah Olimpiade 2012, stadion ini juga digunakan untuk beberapa pertandingan penyisihan sepak bola pria dan wanita. Di samping sepak bola, Old Trafford pernah menjadi tempat penyelenggaraan Grand Final Liga Super Rugby[1] dan juga pernah menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia Liga Rugby 2000.[2]
Old Trafford memiliki kapasitas 75,765[3] tempat duduk, dan merupakan stadion sepak bola terbesar kedua di Inggris setelah Stadion Wembley. Bersama dengan Stadion Wembley, merupakan stadion di Inggris yang memiliki rating 5 bintang UEFA.


     








Transfer MU 2014-2015

Manchester United Transfer News

Louis van Gaal was handed the mammoth task of rejuvenating a desolate squad after the Red Devils miserable 2013-14 campaign and splashed the cash accordingly, dropping £150million on new talent. Luke Shaw, Ander Herrera, Marco Rojo and Daley Blind were joined by £59.7million man Angel Di Maria, with loanee Radamel Falcao acting as the deadline day cherry on the top.